by. Melliza
Dunia berubah! Itulah yang selalu dikatakan orang, ya memang benar demikian adanya. Teknologi semakin maju, masyarakat semakin pintar. Tak ketinggalan hiruk-pikuk di dunia maya semakin hari semakin menjadi.
Kebiasaan dalam kehidupan manusia yang mulai berubah karena social network. Sebagai contoh, bangun pagi hari yang dipegang pertama kali adalah handphone, bergegas buka akun Facebook kemudian update status, percaya tidak percaya, mau dipungkiri atau tidak tapi itulah yang terjadi sekarang ini.
Baik pria maupun wanita, tua muda melakukan hal yang sama. Survei di beberapa negara membuktikan keretakan rumah tangga terjadi karena hubungan yang terjalin di jejaring sosial, seperti bertemu kembali dengan mantan kekasih, dan di Indonesia sempat terjadi penculikan remaja dengan kedok perkenalan melalui salah satu situs jejaring sosial.
Banyak orang selalu punya waktu untuk mengakses akun pribadinya setiap saat, tapi berapa banyak dari kita yang punya waktu paling tidak lima menit saja untuk bersyukur atau menyapa Yang Maha Kuasa? Seorang teman saya pernah berkata, “Seandainya Tuhan punya akun Facebook, maka temannya lebih dari empat ribu, lalu Dia beralih ke Fan Page, sedangkan di Twitter akun Tuhan akan Verified Account! Tak ketinggalan semuanya akan penuh dengan wish list manusia….”
Saya pernah menulis kata-katanya di status Facebook milik saya, dan ada yang menanggapi “wsih list” itu adalah harapan-harapan yang tidak akan pernah terwujud. Kata-katanya membuat saya berpikir bahwa apa yang dikatakannya memang benar, tetapi tentu saja ada sebabnya yaitu manusia terlalu fokus pada harapan-harapannya dan meminta pada Tuhan untuk memenuhi harapan tersebut tetapi manusia tidak melakukan apapun untuk menggapainya. Jika dikaitkan dengan Seandainya Tuhan Punya Facebook, manusia akan fokus pada wall Tuhan, bukan pada ibadah, doa dan perbuatannya.
Seiring dengan berkembangnya jejaring sosial di dunia maya, berkembang pula layanan internet pada provider telekomunikasi. Berbagai provider menawarkan tarif murah untuk mengakses internet, bonus pemakaian dan sebagainya, namun untuk menghubungi Tuhan, Anda tidak perlu pulsa bukan? Bukankah Anda bisa menghubungi Dia sewaktu-waktu? Kapan pun dan di mana pun, bahkan Dia selalu ada buat umatNya dua puluh empat jam setiap hari, tidak perlu pulsa, tidak perlu jaringan internet. Tuhan hanya perlu waktu yang Anda berikan untukNya, seperti sebuah kalimat mengatakan, “DIA hanya sejauh doa.”
Mudah, bukan? Memang terdengar mudah, tetapi susah untuk dilakukan, yang dibutuhkan adalah proses dan kemauan, namun untuk berhubungan dengan Tuhan lebih dari dua hal tersebut, yaitu azas kebutuhan akan Tuhan!
Mari sediakan waktu kita untuk menyapa dan bersyukur kepada Allah setiap hari! Tentukan SIAPA dan APA yang menjadi prioritas dalam hidup Anda!
MELLIZA TALKS ABOUT LIFE
Blog ini berisi tentang bagaimana saya memaknai hidup dan pandangan saya tentang kehidupan di sekitar kita yang mungkin luput dari perhatian Anda. Dan saya berharap setelah membacanya, Anda lebih memahami tentang hidup dan tentu saja saya berharap bisa memberkati Anda melalui tulisan saya.
Rabu, 09 Maret 2011
Sabtu, 11 September 2010
ARTI HADIRMU
Words by. R33 J.H
Malam kelabu, Malam nan sendu.
Dimanakah harus kupijakkan kakiku ini?
Terbaring lemas tak berdaya hatiku ini.
Berharap semua 'kan baik2 saja dihari nanti.
Sinar yang kutunggu pun tak kunjung datang.
Inikah terpaan hidup yang harus kulalui?
Terdiamku malam ini.
Tetes air mata tak henti-hentinya mengalir,
dalam setiap do'a yang kusebut.
Hatiku pun seolah ingin terisak-isak dalam tangis.
Tenggelam dalam kesedihan.. perih perih..
Hari demi hari kulalui dengan berat hati,
namun setiap langkah, kulalui dengan kakiku terseret seret.
Seakan akan takut melangkah..
Jawaban demi jawaban kudapati seiring berjalannya waktu.
Tawa demi tawa, baru kusadari,
kemudahan demi kemudahan semakin terlihat jelas.
Waktu memutuskan untuk mempertemukan diriku dengan seorang permaisuri,
yang dapat menyejukkan hati ini.
Seorang teman yang membantu dan memapahku
untuk kembali berdiri dan menghadapi tantangan dalam hidup ini.
Melewati segala rintangan dengan besar hati.
Dia membuatku besar hati, membuatku tertawa dan mengurangi keraguan dalam hidup ini.
Seorang kawan yang memberikan arti hidup, dan membuka mataku ini..
Terimakasih, sayang....
Malam kelabu, Malam nan sendu.
Dimanakah harus kupijakkan kakiku ini?
Terbaring lemas tak berdaya hatiku ini.
Berharap semua 'kan baik2 saja dihari nanti.
Sinar yang kutunggu pun tak kunjung datang.
Inikah terpaan hidup yang harus kulalui?
Terdiamku malam ini.
Tetes air mata tak henti-hentinya mengalir,
dalam setiap do'a yang kusebut.
Hatiku pun seolah ingin terisak-isak dalam tangis.
Tenggelam dalam kesedihan.. perih perih..
Hari demi hari kulalui dengan berat hati,
namun setiap langkah, kulalui dengan kakiku terseret seret.
Seakan akan takut melangkah..
Jawaban demi jawaban kudapati seiring berjalannya waktu.
Tawa demi tawa, baru kusadari,
kemudahan demi kemudahan semakin terlihat jelas.
Waktu memutuskan untuk mempertemukan diriku dengan seorang permaisuri,
yang dapat menyejukkan hati ini.
Seorang teman yang membantu dan memapahku
untuk kembali berdiri dan menghadapi tantangan dalam hidup ini.
Melewati segala rintangan dengan besar hati.
Dia membuatku besar hati, membuatku tertawa dan mengurangi keraguan dalam hidup ini.
Seorang kawan yang memberikan arti hidup, dan membuka mataku ini..
Terimakasih, sayang....
Jumat, 11 Juni 2010
Kawin Siri, Perlukah Diperdebatkan??
Inspired by. ADJIE PANGESTU / Edited by: Melliza
Dewasa ini di Indonesia marak dengan topik tentang kawin siri dan rencana pelarangan oleh pemerintah yang akan diatur dalam Undang-Undang negara ini, isu ini semakin heboh dibicarakan dengan banyaknya perkawinan siri yang dilakukan oleh kaum selebritis, walaupun pada kenyataannya terjadi bukan hanya pada kaum selebritis. Sebenarnya apakah kawin siri? Dapatkah dikatakan “sah”? Kawin siri adalah mengukuhkan pernikahan secara agama, status kawin siri adalah sah dengan adanya penghulu, saksi-saksi dan pihak bersangkutan yang akan menikah. Memang ada banyak alasan untuk melakukan kawin siri,misalnya oleh pernikahan yang tidak direstui, adanya faktor eknonomi dan sebagainya, namun pada prakteknya kawin syiri sering disalah-artikan dan seolah-olah kawin siri dilakukan untuk melegalkan sesuatu yang sebenarnya seringkali tidak patut dilegalkan secara agama.
Bila ditelusuri lebih dalam, sebenarnya melakukan kawin siri justru merugikan banyak pihak terutama anak-anak hasil kawin siri dan wanita itu sendiri. Mengapa? Karena kawin siri hanyalah pernikahan yang sah secara agama,memang tidak ada yang salah dengan hal ini namun efek dari kawin siri-lah yang merugikan, sebab tidak ada perlindungan terhadap hak-hak sebagai istri dan tidak ada perlindungan terhadap hak-hak si anak. Berbeda jika pernikahan dicatatkan di Kantor Catatan Sipil, ketika perkawinan mengalami permasalahan dan si istri melapor maka akan ada perlindungan terhadap haknya. Selain itu pengurusan terhadap dokumen-dokumen resmi anak seperti akta lahir juga lebih mudah, memenuhi syarat dan anak tidak menjadi korban berkepanjangan, maksudnya adalah status anak bukanlah anak ibu (tanpa ayah) yang artinya anak di luar pernikahan.
Layaknya sebuah pernikahan, tentu saja tak luput dari kehadiran anak didalamnya, dan anak adalah harta berharga titipan Yang Maha Kuasa untuk dirawat, dibesarkan dengan kasih sayang dan tanggung jawab, oleh karena itu anak memiliki hak azasi yang harus dipenuhi. Hak untuk diakui sebagai anak, hak mendapatkan kasih sayang, hak mendapatkan pendidikan, beragama, dan sebagainya. Oleh karena itulah, hak-hak ini harus dipenuhi dan dilindungi. Namun, bagaimanakah jika anak terlahir dalam keluarga yang dibangun dengan status pernikahan syiri yang orang tuanya kemudian berpisah?? Tentu saja tidak ada landasan yang kuat untuk melindungi hak-hak tersebut, si Ibu tidak dapat menuntut pertanggung-jawaban dari ayah dari anak tersebut jika ayahnya tidak bertanggung jawab, atas dasar apa ia menuntut? Karena tidak ada bukti kuat yang menyatakan mereka pernah bersama, posisi istri-anak menjadi lemah.
Seharusnya jika pemerintah ingin mencermati dan benar-benar concern terhadap hal tersebut, pemerintah seharusnya lebih memperhatikan dan berfokus pada perlindungan anak dan hak-hak anak. Pemerintah menetapkannya dalam Undang-Undang dengan sanksi pidana kepada orang tua yang memiliki anak diluar pernikahan yang sah secara hukum dan agama. Pemerintah lebih memperketat pengawasannya, misalnya melalui instansi-instansi terkait, seperti rumah sakit yang menanyakan akta pernikahan dari suami-istri yang baru mendapat anak, sebelum pihak rumah sakit mengeluarkan surat kelahiran si anak. Peraturan ini harus berlaku bagi setiap warga negara dan penduduk Indonesia tanpa terkecuali.
Memang peraturan tentang kawin siri perlu untuk dicermati lebih lanjut dan baik adanya untuk ditertibkan, namun perlu digaris-bawahi bahwa kawin siri adalah sah adanya, dan setiap orang memiliki hak untuk menikah secara siri ataupun legal secara hukum dan agama. Namun ketika mereka akan memiliki anak, mereka harus bertanggung jawab untuk melegalkan secara hukum dengan mendaftarkannya di Kantor Catatan Sipil agar kedepannya, bila terjadi sesuatu anak dapat mendapat perlindungan dari negara. Jika tidak, mereka (pasangan syiri) harus dikenai sanksi pidana. Jadi sebaiknya jangan lagi berfokus pada perdebatkan tentang siri-nya karena tidak akan berakhir, tetapi lebih baik berfokus pada anak-anak yang menjadi korban, bagaimanapun anak tidaklah bersalah, namun seringkali harus menanggung pahit akibat perbuatan orang tuanya yang tidak bertanggung jawab.
Dewasa ini di Indonesia marak dengan topik tentang kawin siri dan rencana pelarangan oleh pemerintah yang akan diatur dalam Undang-Undang negara ini, isu ini semakin heboh dibicarakan dengan banyaknya perkawinan siri yang dilakukan oleh kaum selebritis, walaupun pada kenyataannya terjadi bukan hanya pada kaum selebritis. Sebenarnya apakah kawin siri? Dapatkah dikatakan “sah”? Kawin siri adalah mengukuhkan pernikahan secara agama, status kawin siri adalah sah dengan adanya penghulu, saksi-saksi dan pihak bersangkutan yang akan menikah. Memang ada banyak alasan untuk melakukan kawin siri,misalnya oleh pernikahan yang tidak direstui, adanya faktor eknonomi dan sebagainya, namun pada prakteknya kawin syiri sering disalah-artikan dan seolah-olah kawin siri dilakukan untuk melegalkan sesuatu yang sebenarnya seringkali tidak patut dilegalkan secara agama.
Bila ditelusuri lebih dalam, sebenarnya melakukan kawin siri justru merugikan banyak pihak terutama anak-anak hasil kawin siri dan wanita itu sendiri. Mengapa? Karena kawin siri hanyalah pernikahan yang sah secara agama,memang tidak ada yang salah dengan hal ini namun efek dari kawin siri-lah yang merugikan, sebab tidak ada perlindungan terhadap hak-hak sebagai istri dan tidak ada perlindungan terhadap hak-hak si anak. Berbeda jika pernikahan dicatatkan di Kantor Catatan Sipil, ketika perkawinan mengalami permasalahan dan si istri melapor maka akan ada perlindungan terhadap haknya. Selain itu pengurusan terhadap dokumen-dokumen resmi anak seperti akta lahir juga lebih mudah, memenuhi syarat dan anak tidak menjadi korban berkepanjangan, maksudnya adalah status anak bukanlah anak ibu (tanpa ayah) yang artinya anak di luar pernikahan.
Layaknya sebuah pernikahan, tentu saja tak luput dari kehadiran anak didalamnya, dan anak adalah harta berharga titipan Yang Maha Kuasa untuk dirawat, dibesarkan dengan kasih sayang dan tanggung jawab, oleh karena itu anak memiliki hak azasi yang harus dipenuhi. Hak untuk diakui sebagai anak, hak mendapatkan kasih sayang, hak mendapatkan pendidikan, beragama, dan sebagainya. Oleh karena itulah, hak-hak ini harus dipenuhi dan dilindungi. Namun, bagaimanakah jika anak terlahir dalam keluarga yang dibangun dengan status pernikahan syiri yang orang tuanya kemudian berpisah?? Tentu saja tidak ada landasan yang kuat untuk melindungi hak-hak tersebut, si Ibu tidak dapat menuntut pertanggung-jawaban dari ayah dari anak tersebut jika ayahnya tidak bertanggung jawab, atas dasar apa ia menuntut? Karena tidak ada bukti kuat yang menyatakan mereka pernah bersama, posisi istri-anak menjadi lemah.
Seharusnya jika pemerintah ingin mencermati dan benar-benar concern terhadap hal tersebut, pemerintah seharusnya lebih memperhatikan dan berfokus pada perlindungan anak dan hak-hak anak. Pemerintah menetapkannya dalam Undang-Undang dengan sanksi pidana kepada orang tua yang memiliki anak diluar pernikahan yang sah secara hukum dan agama. Pemerintah lebih memperketat pengawasannya, misalnya melalui instansi-instansi terkait, seperti rumah sakit yang menanyakan akta pernikahan dari suami-istri yang baru mendapat anak, sebelum pihak rumah sakit mengeluarkan surat kelahiran si anak. Peraturan ini harus berlaku bagi setiap warga negara dan penduduk Indonesia tanpa terkecuali.
Memang peraturan tentang kawin siri perlu untuk dicermati lebih lanjut dan baik adanya untuk ditertibkan, namun perlu digaris-bawahi bahwa kawin siri adalah sah adanya, dan setiap orang memiliki hak untuk menikah secara siri ataupun legal secara hukum dan agama. Namun ketika mereka akan memiliki anak, mereka harus bertanggung jawab untuk melegalkan secara hukum dengan mendaftarkannya di Kantor Catatan Sipil agar kedepannya, bila terjadi sesuatu anak dapat mendapat perlindungan dari negara. Jika tidak, mereka (pasangan syiri) harus dikenai sanksi pidana. Jadi sebaiknya jangan lagi berfokus pada perdebatkan tentang siri-nya karena tidak akan berakhir, tetapi lebih baik berfokus pada anak-anak yang menjadi korban, bagaimanapun anak tidaklah bersalah, namun seringkali harus menanggung pahit akibat perbuatan orang tuanya yang tidak bertanggung jawab.
LIBURAN SERU SAMBIL BELAJAR
Sekarang telah memasuki bulan Juni, menandakan liburan sekolah sudah semakin dekat. Inilah saat yang tepat untuk menentukan tempat dan program liburan bagi anak-anak dan orang tua, setelah sibuk dengan aktivitas masing-masing selama satu semester. Liburan tidak harus pergi ke luar negeri dan menghabiskan budget yang tinggi karena Indonesia, negara yang mempunyai sejuta pesona, baik alam maupun keanekaragaman budayanya. Liburan juga merupakan moment yang tepat untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia seperti kesenian, hasil karya seni asli Indonesia ataupun membawa anak-anak mengalami secara langsung bersahabat dengan alam. Hal ini dapat menjadi media belajar nan menyenangkan bagi anak-anak yang tentu saja dapat memberikan pengalaman yang tak terlupakan dan secara tidak langsung menumbuhkan rasa cinta akan budaya, seni ataupun alam semesta.
Tak jauh dari kota Bogor, terdapat tempat yang menarik untuk berlibur, berwisata sambil belajar, Taman Budaya Edutainment Center di kawasan Sentul City. Taman Budaya Edutainment Center (selanjutnya disebut TBEC) memiliki bermacam-macam wahana yang dapat menjadi media bermain sambil belajar, ya sesuai dengan selogan TBEC “One stop destination with fun and learning experience”. TBEC memiliki lahan yang begitu luas, dan program-program yang pasti seru seperti yang terdapat pada Green Center, dimana anak-anak dapat belajar daur ulang barang-barang bekas, membuat pupuk kompos, berkenalan dengan konsep konservasi kekayaan alam, flora dan fauna Indonesia ataupun seru-seruan piknik di alam terbuka bersama teman-teman. Belajar beternak, tamasya satwa liar di habitat mini, memasak seru dengan muatan pengetahuan tentang nutrisi seimbang untuk tubuh sampai belajar tanggap bantuan P3K atau First Aid yang pasti akan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Maka tak hayal, mereka akan menjadi anak-anak yang cerdas dan berpengaruh bagi lingkungan disekitarnya.
Selain itu anak-anak bisa belajar budaya dan seni Indonesia di Culture Center, seperti tari tradisional, bermain alat music dari bamboo, atau berkreasi dengan clay, membatik, melukis, dan hasil karya anak-anak bisa dibawa pulang sebagai souvenir. Tak hanya itu saja, TBEC juga menyediakan Adventure Center, wahana berpetualang seru sampai bercocok tanam, semua bisa dilakukan bersama teman-teman dan keluarga tercinta. Masih di lokasi yang sama, ada restoran yang lezat, Dapoer Honje dengan bumbunya yang khas, dan Restoran Pancarsari yang menyediakan masakan nusantara. TBEC juga memiliki Guest House yang menawan, dengan pemandangan pegunungan yang sangat pas untuk melepas penat dan melupakan hiruk-pikuk kota serta polusi.
Sungguh seru, bukan?? Berlibur, bermain, bersenang-senang tetapi tetap mendapatkan nilai-nilai yang akan bermanfaat untuk saat ini dan di kemudian hari. Pastikan Anda dan keluarga tak melewatkan semua itu! Mulai buka buku agenda Anda dan diskusikan bersama keluarga, kerabat dan teman-teman untuk berlibur bersama ketika liburan sekolah tiba.
Tak jauh dari kota Bogor, terdapat tempat yang menarik untuk berlibur, berwisata sambil belajar, Taman Budaya Edutainment Center di kawasan Sentul City. Taman Budaya Edutainment Center (selanjutnya disebut TBEC) memiliki bermacam-macam wahana yang dapat menjadi media bermain sambil belajar, ya sesuai dengan selogan TBEC “One stop destination with fun and learning experience”. TBEC memiliki lahan yang begitu luas, dan program-program yang pasti seru seperti yang terdapat pada Green Center, dimana anak-anak dapat belajar daur ulang barang-barang bekas, membuat pupuk kompos, berkenalan dengan konsep konservasi kekayaan alam, flora dan fauna Indonesia ataupun seru-seruan piknik di alam terbuka bersama teman-teman. Belajar beternak, tamasya satwa liar di habitat mini, memasak seru dengan muatan pengetahuan tentang nutrisi seimbang untuk tubuh sampai belajar tanggap bantuan P3K atau First Aid yang pasti akan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Maka tak hayal, mereka akan menjadi anak-anak yang cerdas dan berpengaruh bagi lingkungan disekitarnya.
Selain itu anak-anak bisa belajar budaya dan seni Indonesia di Culture Center, seperti tari tradisional, bermain alat music dari bamboo, atau berkreasi dengan clay, membatik, melukis, dan hasil karya anak-anak bisa dibawa pulang sebagai souvenir. Tak hanya itu saja, TBEC juga menyediakan Adventure Center, wahana berpetualang seru sampai bercocok tanam, semua bisa dilakukan bersama teman-teman dan keluarga tercinta. Masih di lokasi yang sama, ada restoran yang lezat, Dapoer Honje dengan bumbunya yang khas, dan Restoran Pancarsari yang menyediakan masakan nusantara. TBEC juga memiliki Guest House yang menawan, dengan pemandangan pegunungan yang sangat pas untuk melepas penat dan melupakan hiruk-pikuk kota serta polusi.
Sungguh seru, bukan?? Berlibur, bermain, bersenang-senang tetapi tetap mendapatkan nilai-nilai yang akan bermanfaat untuk saat ini dan di kemudian hari. Pastikan Anda dan keluarga tak melewatkan semua itu! Mulai buka buku agenda Anda dan diskusikan bersama keluarga, kerabat dan teman-teman untuk berlibur bersama ketika liburan sekolah tiba.
Sabtu, 24 April 2010
DUTCH ETIQUETTE
Good manners are appreciated everywhere and the Netherlands are no exception. And, although this is generally a very relaxed country, the Dutch can still be surprisingly formal on some occasions. For a start, it's far less common to drop in on someone without notice - people appreciate if far more if you phone and arrange things beforehand. If you're visiting someone for the first time you usually bring a small gift. Flowers are a good idea (naturally enough!). The Dutch shake hands more than do, say, The British or Americans, and good friends will embrace and kiss each other three times on cheecks (man and woman or two women). Although no particular ritual is attached to the evening meal (avondeten) it's certainly advisable not to turn up in the middle of it - unless, of course, you've been specifically invited. Bear in mind that the most Dutch people sit down to their evening meal rather earlier than the British do - usually between 6 and 7 p.m. Afternoon visitors are offered tea or coffee (The Dutch greatly prefer 'real' coffee to the instant variety) along with a small cake or pastry (koekje, gebakje). However, since the Dutch regard restraint as a virtue, hospitality is less, lavish than it tends to be in more southerly climes. 'South' in this sense already starts in Belgium including its Dutch-speaking areas - where the people have a certain flamboyance (it's the French influence).
Jumat, 09 April 2010
ROMANTIS?? GA ROMANTIS??
Inspired by: Djiepang
Suatu hubungan percintaan memang tak lepas dari apa yang disebut “romantis”, tidak ada yang dapat mendefinisikan secara harafiah dengan tepat tentang satu kata ini, karena romantis merupakan penilaian berkenaan dengan perasaan seseorang yang timbul akibat suatu tindakan yang pada umumnya dilakukan oleh pasangannya atau orang lain. Sebagai contoh, ketika si pria secara tiba-tiba memberikan bunga mawar merah kepada pacarnya, atau memberikan kejutan berupa candle light dinner, ataupun hal-hal manis lainnya maka si pria dikatakan romantis. Namun ketika si pria atau wanita tidak dapat berbuat hal-hal demikian atau merangkai kata-kata yang indah, maka mereka dianggap bukanlah orang yang romantis.
Suatu hubungan percintaan memang tak lepas dari apa yang disebut “romantis”, tidak ada yang dapat mendefinisikan secara harafiah dengan tepat tentang satu kata ini, karena romantis merupakan penilaian berkenaan dengan perasaan seseorang yang timbul akibat suatu tindakan yang pada umumnya dilakukan oleh pasangannya atau orang lain. Sebagai contoh, ketika si pria secara tiba-tiba memberikan bunga mawar merah kepada pacarnya, atau memberikan kejutan berupa candle light dinner, ataupun hal-hal manis lainnya maka si pria dikatakan romantis. Namun ketika si pria atau wanita tidak dapat berbuat hal-hal demikian atau merangkai kata-kata yang indah, maka mereka dianggap bukanlah orang yang romantis.
Hal ini cukup mengusik hati karena, sebenarnya apakah yang menjadi tolok ukur tentang sesuatu yang disebut ROMANTIS ini?? Apa yang menjadi landasannya?? Inti dari romantis yang sebenarnya adalah adanya kedekatan hubungan dan perasaan cinta yang sangat mendalam dan melakukan sesuatu demi menyenangkan hati pasangannya. Tanpa disadari sebenarnya anggapan pasangan yang tidak romantis ini acap kali menjadi awal dari suatu masalah kecil yang kemudian menjadi besar, menimbulkan ketidakpuasan terhadap pasangannya. Jika ditelusuri lebih dalam, pada dasarnya setiap orang itu romantis! Mengapa? Karena ketika seseorang mencintai orang yang dicintainya maka ia akan melakukan sesuatu untuk membahagiakan orang tersebut.
Hanya saja cara setiap orang berbeda-beda dalam mengungkapkan atau menunjukkan rasa cintanya. Benar adanya bahwa pada dasarnya wanita senang ketika dipuji oleh pasangannya atau diberi kejutan-kejutan kecil, dan pria bahagia ketika ia merasa dibutuhkan oleh pasangannya, namun jika pasangan Anda tidak dapat mengungkapkan rasa kagumnya terhadap Anda atau mengungkapkan cintanya kepada Anda melalui kejutan-kejutan kecil, bukan berarti ia tidak romantis. Sebagai pasangan yang baik seharusnya bisa memahami karakter pasangannya, dan ketika bersedia menjalin hubungan ke jenjang lebih tinggi, seharusnya sudah cukup mengerti dan memahami pasangan masing-masing. Seringkali hal tidak romantis dijadikan alasan untuk “meninggalkan” pasangannya.
Jika mencintai tentu saja harus mau dan mampu untuk menerima segala kekurangan dan kelebihannya. Jika memang pasangan Anda tidak bisa atau tidak terpikir sama sekali untuk berbuat seperti yang Anda idam-idamkan, katakan saja ia tidak romantis, mengapa tidak dimulai dari Anda sendiri untuk melakukannya? Bukankah cinta yang ideal tidak selalu meminta atau menuntut, tapi ia juga memberi. Lebih dari semua itu bagaimana pasangan Anda menjaga kepercayaan yang Anda berikan dan bagaimana ia menjaga hatinya untuk
Anda adalah suatu hal yang amat sangat romantis lebih dari sekedar seikat mawar merah ataupun sebuah cincin berlian. Hal yang terbaik yang ia berikan dengan segenap hati dan ketulusannya adalah hal yang terindah yang Anda dapatkan. (Mellz)
Rabu, 24 Maret 2010
Nilai-nilai Dalam THE HURT LOCKER
Hello Guys... Sudah nonton The Hurt Locker atau belum?
Film ini bagus..tapi bagi yang tidak suka dengan film perang, nonton film ini terasa membosankan.. hehehehehe... :)
Tapi bagi yang suka, yah menikmati aja seperti aku (secara aku addicted sama film-film perang.. hahaha).
Ini sinopsis singkatnya THE HURT LOCKER:
J.T. Sanborn (Anthony Mackie) dan Owen Eldridge (Brian Geraghty), anggota Explosive Ordnance Disposal (EOD) unit, pasukan penjinak bom militer AS, dikirim ke Irak pada tahun 2004. Keduanya harus menyisir area yang akan dilewati tentara Amerika, mengantisipasi adanya ranjau yang mungkin ditanam oleh tentara Irak.
Sanborn dan Eldrige dituntut jeli, tak boleh membuat kesalahan sekecil apa pun. Jika tidak, nyawa orang lain akan jadi korban. Seperti dialami atasan mereka dalam salah satu misi.
Tapi, kejelian itu seolah menjadi sesuatu yang tak lagi penting saat tim ini dipimpin komandan baru, Sersan William James (Jeremy Renner). Pasalnya, James ternyata seorang tentara 'nyeleneh'. Ia kerap melakukan tindakan di luar aturan kemiliteran. Untuk melumpuhkan ranjau misalnya, James enggan menggunakan robot. Melainkan lebih suka melumpuhkannya dengan tangan kosong.
(http://wawanwae.blogspot.c om/2010/03/sinopsis-hurt-l ocker-resensi-film.html)
Yang menarik perhatian saya adalah William James, penakluk bom yang satu ini memang nyeleneh, tapi dibalik ke-semau-gue-an dia, James punya hati yang sangat sensitif, terlihat bagaimana dia berkomunikasi dengananak kecil penjual dvd bajakan.
War is A Drug: terjadi pada James karena sensasi pada saat berpacu dengan waktu dalam menaklukkan bom adalah hal yang sangat dicintainya.
Itu jugalah yag dikatakan James pada anaknya yang masih bayi saat ia bermain dengan anaknya : "Apakah kamu mecintai mainan2 ini? dan meraik bagimu, Nak? Yah..pada saat aku kecil juga menyukain mainan-mainan ini, mencintai banyak hal.. tetapi ketika kita dewasa, kita hanya mempunyai satu atau dua hal yang benar-benar kau cintai." Dan ya, menurut saya itu benar adanya.
Sisi lain yang menarik adalah: ketika Sanborn berhasrat untuk membunuh James, berniat untuk meledakkan dia meskipun niatnya tidak dilakukan, Sanborn berniat membunuh James karena acap kali James bertindak semaunya dan membahayakan orang lain. Tapi pada akhirnya Sanborn memahami bahwa James adalah orang setia kawan, why? karena James rela memberikan minuman kotaknya untuk Sanborn seutuhnya ketika mereka mengintai markas di padang gurun.
Banyak nilai-nilai yang didapat dari film ini selain sensasi tegang yang dirasakan...
Kalo tidak suka film perang yah...awal-awal akan merasa sangat bosaaaaaaaan...karena sepi dan menunggu...tetapi kalo suka akan merasa penasaran dan menikmati.. :)
Film ini bagus..tapi bagi yang tidak suka dengan film perang, nonton film ini terasa membosankan.. hehehehehe... :)
Tapi bagi yang suka, yah menikmati aja seperti aku (secara aku addicted sama film-film perang.. hahaha).
Ini sinopsis singkatnya THE HURT LOCKER:
J.T. Sanborn (Anthony Mackie) dan Owen Eldridge (Brian Geraghty), anggota Explosive Ordnance Disposal (EOD) unit, pasukan penjinak bom militer AS, dikirim ke Irak pada tahun 2004. Keduanya harus menyisir area yang akan dilewati tentara Amerika, mengantisipasi adanya ranjau yang mungkin ditanam oleh tentara Irak.
Sanborn dan Eldrige dituntut jeli, tak boleh membuat kesalahan sekecil apa pun. Jika tidak, nyawa orang lain akan jadi korban. Seperti dialami atasan mereka dalam salah satu misi.
Tapi, kejelian itu seolah menjadi sesuatu yang tak lagi penting saat tim ini dipimpin komandan baru, Sersan William James (Jeremy Renner). Pasalnya, James ternyata seorang tentara 'nyeleneh'. Ia kerap melakukan tindakan di luar aturan kemiliteran. Untuk melumpuhkan ranjau misalnya, James enggan menggunakan robot. Melainkan lebih suka melumpuhkannya dengan tangan kosong.
(http://wawanwae.blogspot.c
Yang menarik perhatian saya adalah William James, penakluk bom yang satu ini memang nyeleneh, tapi dibalik ke-semau-gue-an dia, James punya hati yang sangat sensitif, terlihat bagaimana dia berkomunikasi dengananak kecil penjual dvd bajakan.
War is A Drug: terjadi pada James karena sensasi pada saat berpacu dengan waktu dalam menaklukkan bom adalah hal yang sangat dicintainya.
Itu jugalah yag dikatakan James pada anaknya yang masih bayi saat ia bermain dengan anaknya : "Apakah kamu mecintai mainan2 ini? dan meraik bagimu, Nak? Yah..pada saat aku kecil juga menyukain mainan-mainan ini, mencintai banyak hal.. tetapi ketika kita dewasa, kita hanya mempunyai satu atau dua hal yang benar-benar kau cintai." Dan ya, menurut saya itu benar adanya.
Sisi lain yang menarik adalah: ketika Sanborn berhasrat untuk membunuh James, berniat untuk meledakkan dia meskipun niatnya tidak dilakukan, Sanborn berniat membunuh James karena acap kali James bertindak semaunya dan membahayakan orang lain. Tapi pada akhirnya Sanborn memahami bahwa James adalah orang setia kawan, why? karena James rela memberikan minuman kotaknya untuk Sanborn seutuhnya ketika mereka mengintai markas di padang gurun.
Banyak nilai-nilai yang didapat dari film ini selain sensasi tegang yang dirasakan...
Kalo tidak suka film perang yah...awal-awal akan merasa sangat bosaaaaaaaan...karena sepi dan menunggu...tetapi kalo suka akan merasa penasaran dan menikmati.. :)
Langganan:
Entri (Atom)
